Wednesday, November 30, 2016

Kata Siapa Cuma Amerika Doang? 12 Negara ini Dulunya Pernah Berembel-Embel Negara Adidaya Lho!

Tags


Mendengar sebutan negara adidaya pasti pikiran kalian semua terjutu pada Amerika Serikat (AS), emang sih Amerika sekarang menggurita banget, nggak heran negara dengan label adidaya mampu mempengaruhi peristiwa global bahkan dapat dengan mudah mengambil keputusan internasional. Makanya banyak negara-negara lain mengakuinya sebagai pemimpin dunia.
Tapi jauh sebelum itu, sebelum Amerika Serikat bertengger seperti sekarang, ada dua belas negara yang dulunya pernah menyandang predikat adidaya, siapa saja mereka? Yuk ikuti ulasannya berikut!

Persia

Jauh sebelum Iran berdiri pada 1935, dulu ada sebuah kerajaan besar yang mampu menguasai seluruh Timur Tengah Utara hingga Eropa. Iyah benar, Persia, di bawah kekuasaan kaisar Akhemeniyah persia mampu berdiri jumawa sebagai negara adidaya.
Beberapa wilayah yang pernah takhluk di bawah kekaisaran Persia diantaranya Pakistan, Semenanjung Anatolia, Tracia, Makedonia, Afganistan, Jazirah Arab, Mesir Kuno, Libya, sebagian Ethiopia, dan India Barat
Namun kekaisaran Persia tak dapat bertahan lama, pada 334 SM, kekaisaran Persia runtuh karena invasi Alexander Agung dari Makedonia.

Makedonia

Di bawah tangan besi Alexander Agung, Makedonia pernah ditakuti lawan-lawannya. Menurut catatan sejarah Makedonia dulunya pernah menakhlukkan banyak bangsa seperti Yunani, Persia, Asyura, Babilonia, Mesir, Arab, bahkan hingga India.
Namun semenjak Alexander wafat pada 323 SM, Makedonia yang dulu memiliki wilayah terluas di Eropa, mendadak pecah menjadi 4 kerajaan.
Kini Makedonia adalah sebuah negara republik yang merdeka akibat perang Yugoslavia.
Romawi

Setelah Makedonia, kekuatan adidaya bergeser ke sebalah barat yakni Romawi yang berpusat di Roma. Menurut beberapa informasi, Romawi dulunya pernah menguasai hampir seluruh daratan Eropa hingga menembus sampai ke perbatasan Tiongkok. Berkat kedigdayaannya kalender yang kita pakai sekarang merupakan warisan dari bangsa Romawi.
Romawi bertahan hingga 2.205 tahun, yang dimulai pada tahun 753 SM hingga 1453 M. Pada masa jayanya hampir 21% populasi di dunia kala itu takhuk di bawah kekuasaannya.
Seiring berjalannya waktu, Romawi terpecah menjadi dua, Romawi Barat dan Romawi Timur. Romawi Barat runtuh pada 476 M, sedangkan Romawi Timur runtuh pada 1453, saat ibu kotanya Konstantinopel direbut oleh kekaisaran Ottoman.

Tiongkok

Nggak heran jika Tiongkok pernah masuk jajaran negara adidaya di dunia, soalnya peradaban Tingkok dikenal sebagai peradaban tertua di dunia. Kemajuan Tiongkok kala itu di perintah oleh berbagai dinasti, mulai dari Dinasti Han, Chin, Tang, Song, Yuan, Ming hingga Qing.
Namun kebesaran Tiongkok harus hancur saat kekaisaran Mongolia menyerang pusat pemerintahan mereka pada abad 13. Dan kekaisaran Tiongkok benar-benar berakhir pada 1911 saat invasi Eropa mulai menyelinap masuk.
Kini dengan format Republik Rakyat Tiongkok (People's Republic of China), Tiongkok diprediksi sebagai negara adidaya baru.

Abbasiyah
Pada abad e-8 hingga ke-13, kekhalifahan Abbasiyah di jazirah Arab pernah menjadi negara adidaya yang menguasai di segala bidang, seperti matematika dan kimia.
Kekhalifahan yang berpusat di Baghdad, Mesopotamia (Irak sekarang) ini mengalami puncak kejayaan pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid Rahimahullah (786-809 M) dan putranya, al-Ma’mun (813-833 M).
Kekhalifahan ini mengalami kemunduran semenjak memeperebutkan kota suci Yerusalem dalam perang Salib yang dimulai pada 1095. Parahnya lagi, serangan bangsa Mongol menjadi titik terakhir kekhalifahan ini bertahan di muka bumi, Baghdad leyap dalam invasi Hulagu Khan pada 1258.
Mongol


Meski seluruh wilayahnya tandus, tapi bangsa Mongol ini patut diacungi jempol. Berkat Temujin alias Gengkhis Khan, Mongol yang dulunya sebuah wilayah terbelakang kini menjadi bangsa penakhluk di berbagai wilayah, Sebut saja Tiongkok, kekaisaran yang lebih maju beratus-ratus tahun daripada Tiongkok harus mengakui kekalahannya pada abad ke-13.


Menurut catatan sejarah, Mongolia berhasil menakhlukkan beberapa wilayah seperti Siberia, Korea, Tiongkok, Persia, bahkan sempat mencapai Eropa Timur. Tak cuma itu saja, Kubilai Khan, cucunya mampi melanjutkan estafet kekuasaan dari seorang Gengkhis Khan di bawah Dinasti Yuan.
Namun, sayang semenjak ditinggal pendahulunya, kini Mongolia mengalami kemunduran pada akhir abad ke-17, dengan takhluk di bawah Dinasti Qing.

Ottoman


Berformat kesultanan, kerajaan Ottoman kian ditakuti semua negara saat berhasil menakhlukkan Konstatinopel pada 1453. Tak berhenti di situ saja, di bawah tangan dingin Sulaiman I, Ottoman berhasil menggerogoti Eropa Timur, semenanjung Arab dan Afrika Utara.
Tapi kejayaan kerajaan ini tidak berlangsung lama, kekalahan dalam Perang Dunia I pada 1923 memaksa imperium Ottoman bubar dan membentuk negara baru dengan nama Republik Turki.
Spanyol

Kejayaan Spanyol di mulai pada 1492 saat kerajaan Aragon dan Castile bersatu untuk mengalahkan Andalusia.
Pada abad ke-16, negara ini mulai bahu membahu menjelajahi dunia baru yang akhirnya berhasil menguasai Amerika Latin dan Tengah, Filipina, Belanda, Portugal, dan Maroko.
Tapi kemajuan Spanyol harus selesai semenjak Britania Raya (Inggris) ikut-ikutan mengarungi samudera. Persaingan sengit dengan Britania Raya (Inggris) membuat satu per satu jajahannya lepas, hingga mencapai puncaknya pada 1898, dimana Spanyol kalah dalam perang melawan Amerika di Filipina.

Britania


Bersatunya Inggris dan Skotlandia dalam Britania Raya pada 1707 menandai dimulainya kebangkitan Britania. Sepanjang berdirinya negara persatuan ini, Britania berhasil menguasai wilayah Koloni Amerika, Kanada, Malaya, India, Hong Kong, Singapura, Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Pasifik dsb, saking luasnya wilayahnya sampai ada anekdot yang mengatakan "Matahari tidak pernah tenggelam di kerajaan Inggris".
Status kedigdayaan Britania Raya harus berhenti pasca Perang Dunia II setelah dekolonisasi merebak di Asia dan Afrika.

Prancis

Di bawah kekaisaran Napoleon Bonaparte, Perancis dulunya pernah menguasai seluruh daratan Eropa, kecuali Inggris dan Rusia. Di bawah kediktaktoran Napoleon, banyak negara-negara di sekitarnya runtuh seperti Spanyol, Belanda, Prusia (Jerman), Italia, Austria dsb,
Namun Perancis tidak dapat mempertahankan kekuasaannya pasca kegagalan menginvasi Rusia pada musim dingin 1812.

Uni Soviet


Terbentuk akibat Revolusi Oktober 1917, Uni Soviet mampu mengangkat taringnya sepanjang Perang Dunia II.
Strategi penakhlukkan sepanjang Asia Tengah, dominasi di Eropa Timur dan menjadi produsen senjata mampu membuat negara pesaingnya mengakuinya sebagai negara adidaya bersama Amerika Serikat.
Perang Dingin dalam bidang perlombaan persenjataan dan teknologi antriksa bersama Amerika Serikat pada tahun 50-an membuatnya mengalami perpecahan dan akhirnya bubar pada 1991.
Amerika Serikat


Well terakhir, siapa sih yang nggak tahu Amerika Serikat, negara Paman Sam ini menyandang gelar satu-satunya negara Adidaya pada 1991 semenjak rivalnya, Uni Soviet runtuh.
Negara yang sudah berumur selama 240 tahun ini mulai menapaki kekuatan dominan dalam lingkup ekonomi dan politik pada 1920-an.
Kini Amerika menjadi kiblat dunia dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, hiburan, dan bola basket.
Setelah Amerika, siapakah selanjutnya? Rusia atau Tiongkok?

source


EmoticonEmoticon