Thursday, April 7, 2016

Ngaku-Ngaku Anak Jenderal Tapi Jenderalnya Nggak Ngaku, Dibully Habis-Habisan Akhirnya!



Siswi SMA Medan mengancam polisi sambil ngaku anak jendral!
Anak jaman sekarang emang hobi banget iseng, sampe kadang mereka gak sadar kalau isengnya udah kebangetan.
Tapi kayaknya iseng seorang remaja di Medan ini jauh melebihi kebangetan. Jadi ceritanya kemarin usai melaksanakan ujian nasional (UN), sejumlah pelajar di Medan, Sumatera Utara diwarnai tindakan arogan dari seorang siswi. Tak cuma melanggar aturan lalu lintas, bersama teman-temannya dia malah mengancam perwira polantas.

Berawal dari tilang, mengaku anak jendral
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Sudirman, Medan. Polisi menghentikan mobil Honda Brio hitam bernopol BK 1528 IG ini karena melintas dengan pintu belakang terbuka ke atas. Mobil yang ditumpangi 7 siswi dengan seragam berlogo SMA Methodist I itu dihentikan seorang Polwan, Ipda Perida Panjaitan. Seorang siswi berambut panjang langsung emosi.




"Oh oke, mau dibawa? Siap-siap kena sanksi turun jabatan ya. Aku juga punya beking," ucap siswi itu dengan nada tinggi.
Dia pun terus marah-marah dan menunjuk-tunjuk Polantas yang menghentikannya. "Oke Bu ya, aku nggak main-main ya Bu. Kutandai Ibu ya. Aku anak Arman Depari," ucapnya.

Arman: Anak saya laki-laki semua
Saat dikonfirmasi, Arman membantah bahwa dirinya memiliki anak perempuan di Medan, bahkan beliau bilang bahwa semua anaknya laki-laki yang sekarang berada di Jakarta. 
Pauda atau Paman?

Penelusuran berlanjut, siswi yang mengaku anak jendral tersebut ternyata bernama asli "Sonya Ekarina br Sembiring" yang memiliki instagram bernama Sonyadepari, pada salah satu foto menunjukkan dirinya sedang berada di acara adat Tanah Karo 'Njunjungi Beras Piher' Arman Depari saat masih menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Foto yang diunggah pada tanggal 8 November 2014 itu diunggah Sonya dengan caption 'Pauda' yang berarti Paman.

Berikut videonya!
Nah jadi sudah jelas sekarang yang ngaku-ngaku anak Jendral, kasihan banget yak, Bapak kandung sendiri nggak dianggap malah nganggap orang lain. Bagaimana menurutmu?


EmoticonEmoticon