Tuesday, February 23, 2016

Tak Disangka 11 Film Asing Ini Bertema Indonesia Banget!

Eat, Pray, Love (2010)
Tanpa kamu sadari beberapa film ini mengangkat tema Indonesia!

Meski image Indonesia dimata dunia sering dikait-kaitkan dengan isu negatif seperti SARA, hingga Korupsi, tapi menyurutkan para sienas luar negeri untuk membuat film bertema Indonesia, hal ini secara tidak langsung akan dapat membuat Indonesia lebih dikenal oleh dunia luar, meskipun mayoritas film yang tersebut bergenre actions.
Nah, jika penasaran apa saja film dengan sutradara dari luar negeri yang mengambil setting latar di Indonesia? Berikut daftarnya.

After the Dark (2013)
After the Dark (2013)
Film ini mengambil background tempat seperti di daerah Prambanan di Jawa Tengah, Bromo di Jawa Timur dan Belitung. Film ini menceritakan tentang sebuah sekolah internasional yang berada di Jakarta dan berisikan beberapa orang siswa yang harus terisolasi dari dunia luar. Mereka sedang bergejolak dan dilanda bencana, di dalam sebuah bunker.
Film yang awalnya berjudul The Philosophers dan berganti menjadi After the Dark ini adalah film yang disutradarai oleh John Huddles dan salah satu aktrisnya adalah berasal dari Indonesia, yaitu Cinta Laura. 

Alex Cross (2012)
Alex Cross (2012)
Film ini bercerita tentang sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh seorang detektif bernama Alex Cross terhadap kasus pembunuhan seorang wanita oleh pengawalnya sendiri.
Tidak hanya sebagai detektif saja, dia juga seorang psikolog dan forensik. Walaupun dikatakan bahwa Alex Cross melakukan penyelidikan di Detroit, Amerika Serikat, namun sebenarnya, film ini mengambil tempat syuting di Nusa Lembongan dan Karangasem.

Amphibious (2010)
Amphibious (2010)
Film karya Brian Yuzna ini mungkin jarang sekali terdengar di telinga kita, pasalnya film mengangkat tema horor ini ternyata mengambil setting di sebuah daerah di Sumatra.
Film ini bercerita tentang sebuah penelitian biologi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengambil sampel tubuh makhluk purba dari kedalaman laut Sumatera Utara. Setelah diteliti dan berhasil dikembangkan, ternyata makhluk tersebut membunuh banyak orang dengan cara yang misterius.

Blackhat (2015)
Blackhat (2015)
Film yang bertemakan hacker dan peretasan ini juga mengambil setting pengambilan gambar di Jakarta. Tepatnya di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa, Tanah Abang, Apotek Melawai dan Lapangan Banteng.
Dalam film ini diceritakan bahwa ada sebuah kasus peretasan berat yang dilakukan oleh seorang hacker jenius. Film ini juga dibintangi oleh aktor terkenal Hollywood yang menjadi Thor dalam film “The Avengers,” yaitu Chris Hemsworth.

Broken Silence (1996)
Broken Silence (1996)
Film garapan Wolfgang Panzer ini bercerita tentang masa pensiun seorang biarawan bernama Fried Adelphi yang dihabiskan dengan berkeliling wilayah Asia, dari India hingga berakhir di Indonesia.

Dead Mine (2013)
Dead Mine (2013)
Tidak hanya mengambil setting tempat di Indonesia, tepatnya di daerah Batam, film yang disutradari oleh Stephen Sheil ini juga dibintangi oleh beberapa aktor dari Tanah Air, yaitu Joe Taslim, Ario Bayu dan Mario Lewis. Film yang bercerita tentang aksi petualangan ini ternyata mendapatkan apresiasi yang positif dari beberapa negara yang dijadikan tempat pemutarannya.

Eat, Pray, Love (2010)
Eat, Pray, Love (2010)
Film yang dibintangi oleh salah seorang aktris terkenal Hollywood, Julia Roberts, ini merupakan film yang didasari dari sebuah novel karya Elizabeth Gilbert. Dalam film tersebut menceritakan bahwa ada seorang wanita yang mencapai kesuksesan dalam karirnya. Bahkan memiliki suami yang kaya raya.
Namun dia ternyata tidak menyukai keadaan itu. Dia menceraikan suaminya dan berhenti berkarir. Kemudian dia memutuskan untuk melakukan perjalanan seorang diri untuk melihat begitu luasnya dunia, hingga menemukan cinta sejatinya di Bali.

Java Heat (2013)
Java Heat (2013)
Jika The Philosophers atau After the Dark mengambil latar Candi Prambanan, film berjudul Java Heat ini mengambil tempat di Magelang dan Yogyakarta, serta menampilkan keindahan Candi Borobudur di beberapa scene-nya. Produser film satu ini memang sengaja ingin memperkenalkan budaya Amerika Serikat dan Indonesia dalam satu film.
Ada banyak adegan kejar-kejaran, perkelahian dan tembak menembak diperlihatkan dalam film ini. Film ini menceritakan tentang pencurian dan pembunuhan di daerah Kesultanan oleh kawanan sindikat yang salah satunya meledakkan diri di tempat itu saat ada acara di dalam keraton.

Anacondas: The Hunt for the Blood Orchid (2004)
Anacondas: The Hunt for the Blood Orchid (2004)
Pasti kita semua sudah tidak asing dengan film yang sering nongol di TV swasta Tanah Air. Film garapan Dwight H Little ini bercerita tentang perjalanan beberapa ilmuwan di sebuah pulau Borneo (Kalimantan) untuk mencari bunga paling langka di dunia, “blood orchid.”

The Fall (2006)
The Fall (2006)
The Fall adalah film yang disutradarai oleh Tarsem Singh dan dirilis pada tahun 2006 silam. Film yang menceritakan tentang percintaan dan aksi balas dendam ini mengambil lokasi syuting di daerah Ubud dan kawasan Gunung Kawi, Bali.

The Savages (2012)
The Savages (2012)
Seperti halnya Eat Pray Love, film berjudul The Savages ini juga didasari dari sebuah novel berjudul sama. Dalam film ini ada 2 bintang terkenal dari Hollywood, yaitu Salma Hayek dan John Travolta. Dalam film besutan Oliver Stone ini menceritakan tentang dua orang pria yang tinggal bersama dengan satu wanita.
Keduanya adalah pedagang marijuana yang melawan dominasi kartel dari Meksiko dan menyebabkan wanita yang bersama mereka diculik. Mereka harus beraksi untuk menyelamatkan wanita itu. Waktu pembuatan film ini tergolong singkat, yaitu hanya membutuhkan 6 hari saja dan dilakukan di Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat.
Sebenarnya masih ada banyak lagi sutradara luar negeri yang mengambil setting syuting di Indonesia, seperti contoh The Perfect Wave (2014), The Year of Living Dangerously (1982) sampai dengan The Condemned (2007)

Source boombastis


EmoticonEmoticon