Wednesday, January 20, 2016

Surat Terbuka Untuk Para Sahabatku Yang Akan Menjadi Kepala Rumah Tangga

Tags

Membina rumah tangga
Hanya Pria yang Akan Berumah Tangga yang Bisa Mengerti Tulisan Ini
Layaknya manusia, dalam sebuah hubungan juga lambat laun berubah dari yang awalnya PDKT, lama-lama saling suka dan akhirnya pacaran, dari yang pacaran berujung pada pernikahan. 
Fase-fase seperti ini memang tidak bisa lepas begitu saja dalam diri kita, apalagi kita yang terlahir sebagai laki-laki, pasti suatu saat nanti, kita dituntut untuk berani mengambil keputusan penting, melamar pacar kamu menjadi pendamping hidupmu, atau memilih menjadi pribadi bebas tak ada ikatan sama sekali.
Dan hal ini memang menjadi momok tersendiri bagi kaum adam, apalagi yang dituntut umur untuk segera memiliki pasangan, maka dari itu diperlukan pemikiran matang dan tentunya beberapa poin berikut ini bisa menyadarkanmu tentang kenapa kamu harus siap menghadapi hal itu, berikut ulasannya!

Karena sebuah ikatan pernikahan terjadi hanya sekali seumur hidupmu, sejenak kamu akan merasa gamang, karena harus melepas kebebasan dengan mengikat pacar kamu seumur hidupmu
Melepas kebebasan atau mempertahankan
Yang dulu bisa bebas kemana-mana, bisa bebas melakukan semua hal sekarang harus kamu simpan dan pendam sebagai kenangan masa muda sebelum kamu menikah, karena sekarang kamu dituntut untuk lebih bertanggung jawab.

Sering kali semua yang selama ini kamu nikmati sedikit demi sedikit harus kamu lepaskan mengingat kamu tak lagi bujang tapi pejuang yang akan memimpi rumah tanggamu kedepan.
Skateboard
Yang dulu sering mengoleksi benda-benda yang berharga ratusan ribu, sering mojok di rental ps, dan menyenangkan diri dengan beragam hobi yang kamu tekuni, sekarang kamu harus puasa dan lebih berfokus untuk membina rumah tanggamu kedepan.

Hal yang tidak pernah kamu perdulikan menjadi fokus utama kamu demi menghidupi keluarga barumu.
Mulai berfikir dewasa
Yang dulu tidak tahu kemana arah pengeluaran, tidak tahu kenapa uang tiba-tiba habis dsb, sekarang satu rupiah pun hilang kamu penasaran minta ampun, karena bagimu uang dulu dan uang sekarang berbeda.

Tingkah lakumu yang sempat kelewat batas kamu teguhkan dengan memasang rambu-rambu didalam diri akibat ketakutan apabila karma itu datang!
Rambu-rambu kehidupan
Yang dulu tidak perduli berapa banyak perasaan orang yang sering kamu buat kecewa, berapa banyak orang yang sering kamu dustai dan berapa banyak hati yang sering kamu lukai, sekarang semua berubah, dengan teguh kamu bertobat didalam diri kamu sendiri, agar karma itu tak kunjung datang kepada penerusmu.

Mercusuar yang bebas menyorot siapa saja dan bergaul dengan siapapun, harus kamu tujukan kepada si dia yang selalu mendampingimu.
Satu untuk selamanya
Yang dulu suka ganti-ganti pacar, suka main kesana-kemari, menjalani 2 atau lebih hubungan kini harus kamu hentikan, dan lebih menerima setiap kelebihan dan kekurangan pasangan yang menjadi pilihanmu dari awal berumah tangga hingga mau memisahkan.

Bahkan acara kumpul di malam minggu semakin kamu hindari sebagai konsekuensi menjadi pria yang lebih bertanggungjawab! 
Ngopi
Yang dulu seringkali menghabiskan malam minggu hingga terbitnya sinar mentari, bergadang, menikmati keriuhan malam sekarang sedikit demi sedikit kamu tanggalkan, mengingat ada seseorang yang perlu kamu jaga setiap hari dan setiap waktu. 

Molor adalah surga, sekarang mengencangkan ikat pinggang dan bangun lebih awal adalah kebiasaan yang harus kamu jalani untuk membuka nafkah setiap hari. 
Molor di pagi hari
Yang dulu menghabiskan rasa malas dengan tidak perduli waktu dan kondisi kini harus kamu ikat dengan kuat dibelakang punggungmu agar kamu terhindar dari hilangnya pintu rejeki yang dibuka setiap pagi sebelum kamu berangkat untuk mencari nafkah. 

Kadang merasa hidup yang berbeda sering mengganggu kejiwaanmu tapi semua kamu makan mentah-mentah demi tercapainya rumah tangga yang bahagia. 
Resolusi menjadi lebih baik
Yang dulu menjadi kamu banget kini semua terasa berubah dan berbeda, pergaulan sudah hilang, pertemanan menjadi lenyap, tapi semua itu kamu ikhlaskan dengan lapang dada secara kesatria yang berjuang demi terciptanya keluarga yang bahagia didepanmu. 

Calon kepala rumah tangga, persiapkan baik-baik ya, kamu pasti bisa… 

Source refadewangga.com



EmoticonEmoticon