Tuesday, January 20, 2015

Foto Hukuman Mati Paling Langka Yang Berhasil Diabadikan


Belum lama ini sebanyak 6 terpidana hukuman mati dieksekusi pada Minggu (18/01/2015) dini hari. Dan seperti kita lihat di semua media massa, tidak ada satupun foto yang memuat foto eksekusi tersebut kecuali hanya menampilkan ilustrasi.


Kenapa kok bisa begitu? Ternyata ada sejarahnya. Inilah penyebabnya:
Tidak untuk didokumentasikan
Pelaksanaan hukuman mati di era modern nyaris tidak pernah didokumentasikan. Indonesia misalnya, melarang wartawan atau warga umum menonton proses eksekusi regu tembak. Dari seluruh arsip hukuman mati, foto-foto yang beredar kebanyakan berupa ilustrasi atau situasi penjara sebelum dan sesudah eksekusi. Tapi di Amerika Serikat, seorang fotografer pemula berhasil mengabadikan saat-saat terakhir terpidana meregang nyawa di kursi listrik.
Foto itu, menurut Majalah TIME (10/04/2014), merupakan satu-satunya rekaman gambar paling detail dan dramatis dari sebuah hukuman mati sepanjang sejarah.

Ruth Snyder
Pesakitan yang sedang dijemput ajal melalui kursi listrik dalam foto itu bernama Ruth Snyder. Dia adalah ibu rumah tangga asal Kota New York, yang pada 1927 dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan berencana terhadap suaminya sendiri, Albert Snyder. Dalam aksi busuk untuk merebut harta suaminya tersebut, dia dibantu selingkuhan bernama Judd Gray, yang juga dihukum mati.
Kasus Terbesar Dimasanya
Kasus pembunuhan ini pada masanya menggemparkan publik AS. Saban sidang selalu ramai diliput media. Oleh sebab itu, pengadilan memerintahkan eksekusi mati Ruth pada 12 Januari 1928 di dalam Penjara Sing-Sing tertutup untuk pers. Surat kabar New York Daily News rupanya tak kehilangan akal. Tahu semua wartawan mereka sudah dihafal mukanya oleh polisi, koran ini menyewa jasa Tom Howard, seorang fotografer muda asal Kota Chicago.
Pria itu berhasil mengelabui petugas penjara, dengan cara menyelipkan kamera di pergelangan kakinya. Kabel khusus dia hubungkan ke tombol di paha. Dengan demikian, sambil duduk menyaksikan proses eksekusi kursi listrik, Tom tetap bisa mengambil gambar.
Dalam detik-detik akhir Ruth sedang meregang nyawa.
Tom cuma berhasil mengabadikan satu gambar dengan yang kurang sempurna. Beberapa detik setelah dipotret, kabarnya Ruth dinyatakan tewas pada usia 32. Tom buru-buru ke studio foto terdekat, mencetaknya, lalu menyerahkan ke New York Daily News. Tim redaksi semalaman begadang demi mengedit halaman muka agar menarik pembaca. Esok harinya, terbit salah satu edisi surat kabar yang menggegerkan dunia. Itu adalah foto pertama hukuman mati terdokumentasikan walau agak blur.
Imbas dari foto tersebut, Tom dikenal publik. Dia pun mendapat bonus sebesar USD 100 dari koran yang menyewa jasanya.
Menimbulkan prosedur baru
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat memperketat pemeriksaan saksi hukuman mati. Sampai sekarang, pergelangan kaki sampai ujung rambut tamu eksekusi diperiksa. Itu prosedur standar agar tidak ada kamera yang bisa lolos.
Dunia internasional pun terkejut melihat foto itu. Nyaris semua negara menerapkan standar ketat agar detik-detik kematian terpidana tak diabadikan kamera.
Tak salah bila TIME memilih foto Ruth di kursi listrik sebagai momen paling dramatis dari hukuman mati sepanjang sejarah modern.

1 komentar so far

mungkin luar biasa pada jaman dulu gan, sekarang mah udah biasa,China aja udah ditayangin di TV malahan :|


EmoticonEmoticon